"Saya juga heran kenapa saat musim tembakau tiba pupuk SP-36 ini langka. Nah, ini mestinya juga menjadi perhatian dari pemerintah," tutur Edi mengungkapkan.
Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep, Arif Firmanto, menjelaskan beberapa poin penting untuk menjaga stabilitas harga tembakau di Sumenep hingga aturan teknis dan bantuan untuk kelompok tani juga buruh tani.
Menurutnya, yang paling penting dan harus diketahui bersama adalah teknis pengambilan sampel dan pembungkus tembakau.
Sebab, Kabupaten Sumenep memiliki ribuan hektar tanah yang ditanami tembakau di berbagai kecamatan.
"Kalau yang terbanyak kita ada di 5 kecamatan. Yakni, Pasongsongan, Guluk-guluk, Lenteng, Bluto dan Saronggi," kata Arif, sapaan akrab Kepala DKPP Sumenep.