Di mana, bekas biru lebam di tumit si bayi dan kondisinya yang terus-terusan menangis usai di skrining itu menjadi alasan mengapa keluarga korban menduga kuat terjadi malpraktek di Puskesmas Batang-batang.
"Sepulang dari Puskesmas, pada malam harinya itu si bayi nangis terus, kakinya diangkat-angkat, sampai nggak tega saya," kata paman korban, Anwar, menjelaskan dalam keterangannya pada media.
"Kita punya bukti, bekas suntikan atau pengambilan darah oleh pihak puskesmas di kaki si bayi ini berwarna hitam, dikelilingi warna biru lebam," tambah Anwar lebih lanjut.
Paman korban curiga alat skrining yang digunakan pihak Puskesmas Batang-batang adalah alat bekas pakai yang tidak higienis.
"Kita curiga alat skrining-nya bisa jadi itu bekas, atau ada error di cara pengambilan darahnya," tuding Anwar.***