Misalnya saja, kata dia, selama ini Indonesia sering mengimpor gandum untuk keperluan sehari-hari.
"Itu mengimpornya 80 persen dari Uni Soviet dan Ukraina. Kalau pangan itu berkelanjutan, maka kita tidak punya sumber yang sama murahnya dari luar negeri, dan itu bisa mengancam perekonomian," kata dia menerangkan.
"Begitu juga ancaman dari bencana alam, ada El Nino, panas yang ekstrem. Kemudian ada wabah, ada letusan gunung tsunami dan lainnya, ya mudah-mudahan cepat berlalu," timpalnya lebih lanjut.
Sebab itu, ia mengajak masyarakat agar menyeriusi segala problematika yang sudah terjadi itu.
"Saudara, ini perlu keseriusan kita untuk menangani. Kita warga Indonesia punya tanggungjawab untuk datang menjemput sejarah dalam menyelematkan bangsa ini, dari bencana kelangsungan kebangsaannya," tandasnya.***