Baik H. Jamil dan Mustar, keduanya masih bertetangga. Saat keduanya berpapasan, Mustar tidak sengaja menyenggol H. Jamil yang kala itu sedang memegang kopi hingga tumpah mengenai bajunya.

Tak banyak membantah, kemudian H. Jamil langsung pergi mengambil sepeda motor untuk menghindari terjadinya pertikaian dengan Mustar.

Hanya saja, saat perjalanan pulang menuju rumah, H. Jamil ketiban musibah, ia terjatuh dari atas sepeda motor yang ia kendarai.

Topi yang ia kenakan pun ikut terjatuh. Namun usut punya usut, tiba-tiba Mustar sudah ada di belakang H. Jamil.