Namun yang jelas, dukungan ke depan untuk penguatan literasi dan numerasi perlu terus lakukan utamanya terkait dengan pengangguran di daerah.

Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Penilaian SD, Buhari menyampaikan, apa yang sudah dilakukan Tim Inovasi di Kabupaten Sumenep telah banyak mendukung kegiatan literasi dan numerasi.

Hal itu juga bisa dilihat dari raport pendidikan yang terus bertumbuh dengan penguatan yang sudah dilakukan, sehingga diharapkan terus meningkat.

Bahkan, diakui Buhari, jika partisipasi survei lingkungan belajar Jawa Timur yang pertama mencapai angka 77,8 persen, artinya masih ada 22,2 persen yang belum melakukan perubahan.

Namun, kata dia, ke depan akan ada perubahan signifikan, karena jika menoleh ke belakang pembelajaran yang bernuansa literasi dan numerasi sudah dilakukan sejak dulu, meskipun berganti-ganti kurikulum.