"Jadi sebelum siswa, guru seharusnya sudah memiliki kebiasaan membaca, bercerita dan keteladanan lainnya. Untuk itu, beberapa sekolah yang belum tersentuh Inovasi perlu pengembangan diri para guru," terangnya.

Sementara Kepala SDN Nambakor 1, Joko Seno menjelaskan, Workshop Literasi Dan Numerasi yang diinisiasinya tersebut karena melihat pentingnya guru memiliki inovasi dalam pembelajaran.

Menurutnya, dengan mengajak sekolah terdekat, yakni SDN Nambakor 2 dan SDN Tanamera 1 bisa memenuhi 20 orang untuk mengikuti workshop tersebut.

"Ini juga sekaligus diharapkan mampu menjawab tantangan, karena banyaknya sekolah di Kabupaten Sumenep yang masih memiliki rapor merah dalam literasi dan numerasi, sehingga menjadikan anak memiliki kemampuan baca tulis yang baik," ujar dia.