Aksi serupa juga akan terus dilakukan untuk menunjukkan bahwa penggarapan lahan garam di pantai adalah masalah serius yang harus disikapi.

”Kami juga minta Pemkab Sumenep, dalam hal ini Bupati Achmad Fauzi juga hadir menyikapi masalah ini. Jangan biarkan warga berjuang sendiri untuk mempertahankan ruang hidupnya. Bagi kami, sebagai nelayan Pantai adalah lahan kehidupan,” pintanya tegas.

Diberitakan sebelumnya, investor atau pemilik modal dari luar desa yang difasilitasi Pemdes Gersik Putih akan membangun tambak garam seluas 41 hektar di kawasan pantai desa setempat.

Warga menolak, sebab selain dikhawatirkan merusak ekosistem dan biota laut serta berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar, pembangunan tambak garam tersebut akan berdampak terhadap ekonomi warga yang selama ini menjadi tempat warga menangkap ikan dan mencari seafood.

Warga juga sudah menyampaikan penolakannya ke Pemdes setempat dengan melakukan audiensi dan berunjuk rasa di kawasan pantai.