"Jadi melalui guiding block ini setidaknya akan membantu pasien yang memiliki keterbatasan, sehingga bisa memanfaatkan alat tersebut untuk memudahkan dalam memberikan pelayanan," kata Arman pada sejumlah media, Rabu (28/09).

Di sisi lain, penyediaan layanan dengan guiding block ini sebagai perwujudan dari pelayanan seperti rumah sakit umum. Dimana, menyediakan ruangan untuk memfasilitasi pasien difabel, yang juga berhak atas pelayanan yang baik.

Diketahui, sumenep" class="inline-tag-link">RSUDMA Sumenep saat ini sudah memiliki atau terpasang guiding block 5 hingga 10 persen di sejumlah lokasi yang ada.

Arman menyebutkan, pada akhir tahun 2022 ini akan ada sekitar 40 persen kamar pasien yang memiliki koridor penghubung ke semua kamar, dimana blok pemandu tersebut dipasang.

"Kami akan berupaya untuk meningkatkan pelayanan sesuai standar rumah sakit, agar akses masyarakat termasuk para difabel juga mendapatkan pelayanan dengan sebaik-baiknya," jelas Arman.***