PAMEKASAN, MaduraPost - Persoalan rokok hasil produk lokal di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga kini masih menuai reaksi pro dan kontra dari berbagai elemen masyarakat, utamanya pada masyarakat setempat.

Hal itu masih terjadi karena bagi sebagian pihak menganggap Pemerintah Daerah Kota Gerbang Salam itu tidak becus mengawal tuntas persoalan harga tembakau yang beberapa musim panen terakhir ini telah buat para Petani berair mata darah karena merugi.

Selain itu, perbedaan reaksi mengenai hal tersebut diduga karena rasa tanggung jawab bersama yang wajib dibangun dan disepakati oleh pihak eksekutif, legislatif serta Bea dan Cukai Madura sudah punah dan sepertinya hanya dijadikan lahan empuk untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan mereka sendiri.

Padahal menurut Aktivis Kawakan Abdus Salam Marhaen yang juga merupakan Presiden Mabes N.G.O Pamekasan, adanya produk-produk rokok lokal di Kota Gerbang Salam itu menjadi solusi cerdas bagi masyarakat setempat dalam mengimbangi anjloknya harga tembakau dibawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam.

"Saat ini kita harus akui dan mellek bersama produk rokok lokal di Pamekasan ini telah banyak menyerap tenaga kerja, sehingga ekonomi masyarakat ditengah situasi kocar-kocir di masa seperti masih bisa bertahan," kata Abdus Marhaen (akrab dikenal), Kamis (3/2/2022).