Perempuan berumur 44 tahun ini menerangkan jika seorang istri tidak harus selalu bergantung pada suami, bukan dalam artian melangkahi, akan tetapi menjadi pahlawan bagi keluarganya.
Menurut perempuan yang aktif sebagai Konselor (Konsultasi hubungan suami istri) ini, seorang wanita harus kuat, berdaya dan tidak lemah. Sehingga bisa bermanfaat bagi diri, suami dan anak-anaknya serta lingkungan.
Untuk penerapan itu, kata ibu dari 4 empat ini, di sisi aplikasi pelaksanaan atau cara mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari harus benar.
"Banyak perempuan berilmu tapi tidak tahu cara mengaplikasikannya bagaimana. Peran saya sebagai motivator mungkin disini," papar perempuan dari 5 bersaudara ini.
Pihaknya mengatakan, seorang istri tidak hanya pintar memasak, karena hal tersebut adalah pola lama. Karena perempuan harus juga berkarya dan berkiprah. Bukan untuk menyaingi seorang suami, menurutnya, tapi untuk menjadi peran penting bagi keluarga. Karena, wanita yang kuat adalah wanita yang menundukkan keberhasilan suami dan agamanya.