"Selain memang pekerjaannya asal-asalan seperti itu, milik Kepala Desa lagi. Dan menurut saya itu fatal banget, karena Kepala Desa merangkap jadi kontraktor, aneh dan lucu kan," sesalnya.

Namun dilain waktu, melalui hubungan telpon selulernya salah seorang warga Desa Mapper Proppo H. Fateha mengaku kalau proyek tersebut milik Kepala Desa Mapper dan dirinya sebut dia hanya melaksanakan dan mengawasi di bawah.

"Milik Kepala Desa Mapper, saya hanya mengawasi, melaksanakan mengawasi, memang kan selalu kalau saya yang mengawasi, terus kalau masalah anggarannya dari mana saya tidak tahu, tanya sendiri ke Kades Mapper," kata H. Fateha menggunakan bahasa Madura, Senin (27/9/2021).