BANGKALAN, MaduraPost - Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bangkalan dari Fraksi Kebangkitan Hati Nurani (Hanura)  bernama  H. Musawwir melaporkan Kepala Desa Tanah Merah Laok Kecamatan Tanah Merah ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan atas ancaman dugaan pembunuhan, Kamis (18/)03/2020)

Peristiwa dugaan ancaman pembunuhan tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 17 Maret sekira pukul 14.45 Wib. Pada saat H. Musawwir berangkat dari rumah hendak mengambil uang ke ATM di Indomaret Pasar Tanah Merah. Di tengah perjalanan Musawwir dipepet sebuah mobil sampai di Indomart di Jalan Petrah Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura. Pada saat itu Kepala Desa Tanah Merah yang bernama Abdul Hafid

"Pada saat itu saya melihat Kades Abdul Hafid turun dari mobil, tiba-tiba memegang kerah baju saya sambil mengancam akan membunuh saya dan mengajak saya untuk berduel," tuturnya

Lanjutal Musawwir, Kades Tanah Merah Laok yang juga bakal calon kades itu mengancam akan membunuh dirinya usai pilkades.Tidak hanya berteriak akan membunuh pasca pemilihan kades, Kades Tanah Laok juga sempat pergi ke mobilnya mengambil senjata tajam bahkan sampai menarik senjata tajam dari sarungnya, untung pada saat itu ada seseorang yang menghalangi. Dia mengaku ada salah satu dari mereka sempat memukul kepala belakangnya

"Saya diancam akan dibunuh usai pemilihan pilkades, kenapa harus nunggu setelah Pilkades kalau bisa sekarang dan kenapa tidak secara jantan saja," ujar DPRD itu.