SUMENEP, MaduraPost - Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, nilai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa tahun ini tetap kurang efektif.

Ketua Dewan Pendidikan Sumenep, Syaiful A'la menilai, jika PJJ di Sumenep menerangkan, dengan kondisi sosial ekonomi warga Sumenep yang banyak tercatat strata menengah kebawah, hal itu membuat PJJ untuk siswa kurang bisa diterima masyarakat.

"Tidak semua siswa mempunyai smartphone (Telepon pintar), yang jelas kurang efektif, tapi apa boleh buat sudah kondisinya seperti ini. Kita harus mengedepankan kesehatan," terangnya, saat konfirmasi di kantornya, Kamis (7/1).

Dia menjelaskan, untuk menghadapi masa pandemi Covid-19, lembaga pendidikan harus mempunyai grand desain darurat yang berbasis Covid-19. Mengingat, kondisi pandemi Covid-19 kapan akan berakhir.

"Tapi saya yakin, kedua instansi (Kemenag dan Disdik, red), sebelum mengeluarkan sistem PJJ, sudah berkordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat," tutur dia.