"Denga adanya debat menggunakan bahasa Madura tentu khas ketimbang di daerah lainnya," paparnya.

Ditanya soal kesiapan dan hasil para Paslon menggunakan bahasa Madura, Warist mengutarakan, jika hal itu menjadi penilaian semua orang. Sebab, dengan menggunakan bahasa daerah, emosional Paslon lebih terikat ketimbang bahasa latin Indonesia.

"Bisa dilihat sendiri tadi saat Paslon menggunkan bahasa Madura. Kita KPU menilainya sudah sukses. Sebab para Paslon tidak harus melontarkan ujaran kebencian dengan bahasa daerah ini, semua bisa menghargai," terangnya.

Disamping itu, Warist berharap, agar pelaksanaan Pilbup Sumenep 2020 terlaksana sesuai perundang-undangan yang ada.

"Pemilihan ini jalan menuju cita-cita bersama, bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial, saya pikir perlu cara-cara yang beradab sesuai dengan Pancasila," pungkasnya.