Namun, lanjut Edy, untuk mengantisipasi semakin runyamnya keadaan, pihaknya mengaku harus menerapkan kebijakan tersebut. Walaupun efektivitas pembelajaran tatap muka (PTM) menurutnya pasti lebih optimal daripada PJJ.

“Kalau untuk memutus penyebaran covid-19 ya optimal. Kalau dari segi pembelajarannya pasti PJJ tidaklah optimal. Karena yang di pedesaan kesulitan jaringan,” jelas dia.

Pihaknya berharap, agar semua lembaga pendidikan di tiga kecamatan bisa melaksanakan PJJ sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Disdik.

Sebab, keselamatan dan kesehatan warga sekolah adalah hal yang paling utama. Ketuntasan kurikulum, sambungnya, kalah penting jika dibenturkan dengan semakin merebaknya wabah pandemi di Bumi Sumekar.