"Di Sumenep ini memang masyarakat harus tahu ciri-ciri penyakit jantung. Semua ini harus diwaspadai. Untuk di Sumenep sudah ada yayasan jantung," ucap dia.
Ditanya soal penderita penyakit jantung di Sumenep, pihaknya belum bisa menyampaikan berapa banyak penyakit koroner jantung yang ada. Sebab, menurutnya tingkat kesehatan tersebut terletak di rumah sakit.
"Saya tidak punya angka itu, karena memang harus dilakukan dengan penelitian khusus. Karena tingginya penyakit koroner di Indonesia itu harus melalui penelitian dan dilakukan oleh pusat dalam bentuk Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)," paparnya.
Meski begitu, untuk mengantisipasi dini terhindar dari penyakit jantung, pihaknya mengimbau untuk menerapkan perilaku CERDIK, singkatan dari C (Cek Kesehatan Rutin), E (Enyahkan Asap Rokok), R(Rajin Aktivitas Fisik), D (Diet Seimbang), I (Istirahat Cukup), dan K (Kelola Stres).
"Jadi dengan melakukan CERDIK kita akan terbebas dari penyakit menular, penyakit tidak menular, dan regeneratif lainnya. Oleh karena itu karena saat ini fenomena penyakit jantung koroner di Indonesia dan hari jantung nasional, ini penting untuk diingatkan ke semuanya," imbaunya.