PAMEKASAN, Madurapost.id - Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Jatim Corruptipn Watch (LSM-JCW) Khairul Kalam tidak memungkiri dengan keberadaan program BPNT di Kabupaten Pamekasan, yang hanya jadi bancakan kepentingan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Buktinya, para agen atau penyalur akhirnya terungkap banyak yang tidak memenuhi syarat dan aturan jadi agen. Bahkan meski ini tidak sesuai petunjuk dan aturan, pemerintah dan pihak bank meloloskan para agen.

"Ini program sembako sudah berjalan lama. Dari tunai ke non tunai. Sekarang para agen sudah memenuhi syarat. Mereka sudah punya usaha toko. Kenapa? Karena mereka bangun toko setelah jadi agen. Kan sudah biasa rakyat dikibuli," kata Khairul merespons konfirmasi Madura Post, Jumat (24/9/2020).

Khairul memastikan, diawal program ini baru bergulir, banyak agen yang tidak memiliki usaha dan toko sembako. Namun karena tidak kalah taktis. Agen-agen ini merapat ke sekelompok elit mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga melakukan bisik-bisik ke pihak bank.

"Akhirnya mereka aman, lalu diloloskan jadi agen," tuturnya.