"Bayaran yang diberikan tidak sesuai dengan banyaknya masyarakat yang harus di data, bayaran Rp. 85000 satu bulan itu tidak wajar, dan saya yakin mereka akan bekerja asal-asalan dan dikerjakan di atas meja. Yang hasilnya data tidak akan valid," tuturnya.

Dimana dampak negatifnya sangat luar biasa untuk masyarakat, seperti ada masyarakat miskin yang tidak dapat bantuan kesehatan, PKH, BST, BLT dll, namun yang kaya bisa dapat bantuan, itulah salah satu dampak buruknya.

"Saya cuma kasian kepada Bapak Bupati, meskipun Bupati Sampang menyediakan dana 11M guna membuat Smart Room di tahun 2021 ini, itu akan percuma. Karena itu merupakan aplikasi yang terintegrasi, sedangkan data valid dibawah tidak sama,'' jelasnya.

"Bupati Sampang merupakan dirigen yang baik, namun pemain musiknya masih kurang, jadi sebagus apapun strategi Bupati maka hasilnya akan tetap kurang maximal, namun saya yakin P. Bupati bisa mengetahui dan mengganti sosok yang kurang tepat," pungkasnya. (Mp/man/rul)