Sebab, sikap masyarakat Sumenep dalam menghadapi Pilkada tidak sama dengan Kabupaten lainnya. Harus ada perlakuan khusus.
Kekuatan kultur masyarakat, sambungnya, sangat menentukan pilihan masyarakat. Apalagi, tokoh yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah harus sering turun ke tengah-tengah masyarakat.
Baca Juga:Usai Cakades Bulangan Barat Ditetapkan, Warga Minta Kebijakan Forkopimka Soal TPS Picu Kericuhan
“Doa tidak cukup, harus ada tindakan,” ujarnya.
Dalam pandangan Busyro, kini ketokohan seseorang sudah tidak jaman di era politik. Masyarakat sudah bergeser ke era tindakan sosial yang nyata.