Sementara itu, FPI dalam aksi damainya di depan gedung DPRD Sumenep, menuntut Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) segera dihapus. Massa yang memadati sepanjang Jalan Trunojoyo itu membawa mobil komando untuk melakukan orasi penolakan RUU HIP.

“Jangan sampai pancasila diubah oleh siapapun saja, Kami menolak RUU HIP atau PIP, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” teriak Orator Aksi, KH. Jurjiz Muzammil.

KH. Jurjiz menegaskan, jika RUU HIP itu disahkan maka bakal membuat gejolak di masyarakat. Pihaknya pun mendesak rancangan itu dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

KH. Jurjiz mengaku khawatir keberadaan RUU HIP akan mengubah Pancasila beserta tafsirnya. Kondisi tersebut, lanjutnya, memberi ruang kembali hidupnya ideologi komunis di Indonesia.

“Cabut dan batalkan RUU HIP dari Prolegnas. Siapa saja yang mendukung RUU HIP, mereka adalah partai yang mendukung PKI,” kata dia dengan lantang.