"Protokol iya. Tapi mengabaikan tuntunan agama dalam menyelesaikam urusan jenazah sampai dikebumikan itu penting," paparnya.
Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya itu menambahkan kalau masyarakat terus dilawan akan memancing emosi. Kejadian yang tidak diinginkan bisa terulang kembali. Terutama kejadian penjemputan paksa dijalan. Akhirnya, yang dikorbankan juga masyarakat
"Petugas medis menjalankan sesuai SOP. Masyarakat awam karena kurang sosialisasi tetap bepegang pada ajaran agama akhirnya berbenturan," paparnya.
Pria kelahiran Sambas itu mengatakan, kalau sejak awal didiskusikan, dicarikan solusi dia merasa hal itu tidak akan terjadi. "Apalagi masyarakat Madura sami'na waatokna kepada kiai," pungkasnya. (Mp/sur/kk)