SUMENEP, Madurapost.id - Demi menjaga percepatan tanam padi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) memprogramkan percepatan sebagai upaya penyediaan pangan menghadapi musim kemarau 2020.
Selain itu, sekaligus mencegah terjadinya krisis pangan akibat dampak wabah covid-19, Kepala Dinas (Kadis)-pertahortbun Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan, Sumenep sebagai salah satu Kabupaten percontohan di Jatim dalam program percepatan tanam padi tahun ini harus terus dikembangkan.
"Karena daerahnya sangat berpotensi untuk tanam padi dan jagung,” kata dia, Senin (22/6/2020).
Diharapkan, gerakan percepatan tanam padi di wabah covid-19 tidak terjadi kekosongan produksi padi, karena para petani tetap menanam padi di daerahnya, bahkan program itu mampu meningkatkan produksi padi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, sehingga Jawa Timur tetap menjadi lumbung pangan nasional.
“Kita memprediksi produksi padi hingga akhir tahun ini sebanyak surplus 2,1 juta ton dan surplus itu tidak hanya untuk kebutuhan di Jawa Timur saja, tetapi bisa didistribusikan ke 15 provinsi lainnya,” ucap Hadi Sulistyo, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan dan Pangan Jatim.