PAMEKASAN, Madurapost.id - Ada apa dengan Polres Pamekasan?, itulah yang bahasa yang sedang viral dibicarakan kalangan aktivis Pamekasan pasca penggerebekan 15 tersangka berpesta narkoba di tempat hiburan karaoke Wiraraja Pamekasan. Mereka menuding polisi tebang pilih dalam penegakan hukum.

"Kami menilai Polres Pamekasan sudah mulai tidak sehat terkait kasus penggerebekan pesta narkoba di tempat karaoke Wiraraja. Betapa tidak, info yang beredar bahwa pihak kepolisian melepas 3 tersangka lainnya," kata Haidar Anshori, Ketua Prahara (Pergerakan Mahasiswa Madura).

Seharusnya, kata dia, polisi tidak tebang pilih dalam menegakkan keadilan.

"Bukan karena kedua tersangka tersebut anggota BNN Kabupaten Sumenep, sehingga Polres Pamekasan membiarkan lolos begitu saja," tuturnya.

Dikatakan, jika ujung-ujungnya hanya penyelesaian seperti itu, dirasa tidak perlu melakukan penggerebekan yang endingnya hanya sebatas cari sensasi.