Sebab, Hairul Anwar, merupakan kader Partai PAN dan memiliki kemampuan yang berkompeten untuk diusung pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Mestinya, kata Hairul, DPP PAN memperhatikan kader partai selama masih ada yang berkompeten untuk didukung. Menurutnya, partai merupakan tempat edukasi politik bagi masyarakat, salah satunya untuk membenahi tatanan kepemerintahan, bukan malah menjadi industrial politik.
Namun dia sadar, jika dilihat dari segi popularitas dan pengalaman di pemerintahan belum sebanding dengan bakal calon yang diusung DPP PAN saat ini, namun sebagai kader partai yang telah diusung mayoritas kader dan DPC mestinya juga jadi pertimbangan.
“Kita tahu pada saat Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu PAN dukung Prabowo-Sandi, karena itu sudah kemauan kader. Meskipun dari segi popularitas, kalah lah sama lawan saat itu. Kalau hanya patokannya popularitas, dukung saja artis yang sudah dikenal banyak orang,” tandasnya. (Mp/al/kk)