"Tadi hampir diamuk oleh para alumni, saat ada dirumahnya, karena yang bersangkutan tidak mau mengakui," Kata Ansori asal Karang Penang.
Untuk menghindari amukan para alumni yang tidak terima gurunya dihina, Beberapa ustadz dan tokoh membawa Sugeng ke Polres Pamekasan untuk dimintai pertanggungjawaban.
Sabra'i selaku Kepala Desa Karang Anyar, Sampang yang mengawal persoalan tersebut mengatakan bahwa Postingan dan Komentar Akun atas Nama Suteki telah melukai hati para santri dan Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen.
" Saya sebagai Alumni tidak rela kalau guru kami dilecehkan seperti itu, Demi Allah lebih baik mati daripada guru kami direndahkan seperti itu," Kata Safrai kepada Madurapost. Ahad (7/6/2020).