"Kalau sudah diterapkan PSBB itu, ya tentunya pasar, warung-warung pun harus tutup," ucapnya.

Secara teknis, dalam simulasi Posko Dapur Umum kemarin hanya menyediakan 1000 nasi bungkus. Tentu hal itu bisa bertambah dengan jumlah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

"Kita sudah sediakan truk khusus Dapur Umum, didalamnya berisi alat untuk memasak," jelasnya.

Rahman menerangkan, untuk penerapan PSBB sendiri, harus mengikuti prosedur mekanisme dan ketentuan yang harus dilaksanakan.