"Petugas haji serentak itu dilaksanakan mulai tanggal 9 sampai 11 Maret 2020 lalu. Sebelumnya, kami tidak mengetahui akan ada yang positif covid-19. Pas tadi sore Positif. Kami minta beliau untuk mengisolasi diri. Ketua cloternya ini negatif, dan yang pembimbingnya ini Positif," ujarnya.
Selain Juhedi, Ketua Penanganan Covid-19 Sumenep, dr. Andre, menambahkan apabila pemantauan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah dilakukan secara maksimal.
"9 orang OTG, 14 hari mereka harus isolasi mandiri, tapi kami ada perintah dari provinsi harus di isolasi terakhir. Lalu kemudian kita lakukan Rapid Test dan 5 positif. Dari itu kemudian di swab, dan 4 orang terkonfirmasi positif covid-19," urainya pada awal media.
Pihaknya mengungkapkan bahwa segala upaya telah dilakukan, agar Sumenep tetap terjaga dari zona hijau, meski pada kenyataannya telah terkonfirmasi zona merah.
"Wajar ketika terkejut, tapi bagi kami telah melakukan langkah-langkah, dan semuanya dilakukan. Tapi ternyata masih ada yang positif," pungkasnya.