Dia menerangkan, oksigen yang menggunakan tenaga listrik tersebut tidak bisa digunakan untuk pasien yang harus dirujuk ke RSUD, dikarenakan harus meyebrang menggunakan kapal dari kepulauan.

"Kalau di kapal tidak boleh memakai oksigen yang seperti itu, jadi harus memakai oksigen tabung seperti biasanya," katanya.

Untuk mengatasi kekurangan stock oksigen tersebut, pihak Puskesmas Arjasa sebenarnya telah mengerimkan permohonan penyediaan oksigen ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep.

"Untuk jumlah pastinya saya kurang tahu, karena yang menentuk jumlah stock oksigen itu pihak Dinkes, bukan Puskesmas," ucapnya.