BANGKALAN, MaduraPost – tidak tanggung-tanggung, warga dan tokoh masyarakat Desa Buluh kecamatan Socah kabupaten Bangkalan menghadang bupati R. Abdul Latif Amin Imron beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat akan membuka palang bambu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disegel oleh masyarakat setempat,(22/02/2020).
Hal itu dijelaskan oleh H. Sholeh warga setempat, pihaknya menolak jika bupati dan Forkopimda kabupaten Bangkalan membuka segel TPA yang dilakukan oleh warga sekitar, karena sudah 15 tahun warga sekitar disuguhi bau yang tidak sedap, dan berdampak pada kebersihan air di sumur-sumur warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta menjadi sumber wabah penyakit, serta kondisi TPA yang sudah over load.
"Kami juga rakyatnya Bapak, tolong kami, bahkan jarak TPA sekitar 100 meter dari rumah warga, dan ketika warga mengebor subur, airnya keluar bau yang gak enak," keluhnya terhadap Bangkalan" class="inline-tag-link">bupati Bangkalan.
Dirinya juga menambahkan, bahwa masyarakat sudah muak dengan janji pemerintah yang ingin mengelola sampah dengan baik, namun tidak dapat bentuk konkrit yang dilakukan hingga saat ini.
"Ini sudah final, kita tidak mau buka lagi," tegasnya.