Tiba di lokasi wisata, juru parkir sudah menunggu para pengunjung di sebelah selatan area. Pengunjung ditarik Rp 5 ribu. Sementara di sekitar tempat wisata banyak orang yang berjualan makanan khas Madura. Salah satu makanan yang sempat dicicipi adalah rujak petis campur kacang tanah.

Sambil menunggu selesainya adonan penjual rujak, menikmati desiran ombak yang sangat merdu terdengar di telinga bersama dengan deburan pasir yang sesekali terbang bersama angin sepoi kala itu.

Di lokasi, pohon membungkuk dan rindang dengan lebar jalan 3 meter. Semula tak ada kera yang bertiarap di tanah atau di atas pohon, karena jaraknya kurang masuk ke dalam.

“Wisata disini dibandingkan dengan yang yang lain paling kuno mas, cuma mungkin tidak serame tempat yan lain seperti pantai Lon Malang,” tutur salah seorang pengunjung kepada Madura Post.

Taklama berjalan di area tersebut, pengunjung dikagetkan dengan munculnya beberapa ekor hewan kera dari dalam hutan. Kera keluar di latar belakangi kode pemanggilan yang merangsang kera untuk keluar.