“Dulu satu kilo cabe bisa ditukar dengan beras satu karung ukuran kecil, tapi sekarang udah enggak lagi,” katanya.
Senada dengan petani, salah seorang pedagang yang berada di pasar Batu Lenger Sokobanah juga mengeluh akibat turunnya harga cabe. Nanda misalnya, yang kesehariannya membeli langsung dari petani merasakan kerugian yang sangat besar ketika di jual ke pengepul di Surabaya.
“Sekarang harganya paling mahal 42.000 di Surabaya, sebelum kita jual kesana kita membeli ke petani dengan harga 50.000. Kita rugi banyak kan?,” tururnya kepada media ini.
Ia pun menjelaskan, sampai sekarang pihaknya belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari turunnya harga jual cabe jamu tersebut.