Mustain, Ketua Bawaslu Bangkalan, membenarkan bahwa korban adalah relawan yang dibayar oleh Bawaslu dan memiliki keahlian khusus untuk menurunkan APK dan BK yang dipasang di atas pohon.
"Kejadian ini pembelajaran bagi kita justru di Indonesia. Sebenarnya Bawaslu Bangkalan sudah kirim surat kepada partai politik untuk menurukan APK, tapi tidak ada respon, Mereka membiarkan saja," tuturnya.
Oleh karena itu, ia berharap kepada partai politik sebagai peserta pemilu ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar ikut bertanggung jawab untuk menurunkan.
"Jika tidak diturunkan, integritas penyelenggara yang disalahkan,"pungkasnya. (mp/ron/zul)