"Untuk People Power, kami sudah lakukan berbagai upaya dan antisipasi. Kami lakukan penyekatan untuk meminimalisir adanya pergerakan massa khususnya dari Wilayah kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura. Untuk tidak gampang terprovokasi dengan adanya isu gerakan People Power pada tanggal 22 Mei nanti,” ungkapnya. Minggu, (19/519).
Ia juga menjelaskan, pihaknya telah melakukan penggalangan, imbauan, serta melakukan kunjungan ke tokoh masyarakat yang ada di kecamatan Guluk-Guluk.
“Kami juga melakukan sosialisasi, kunjungan ke tokoh-tokoh masyarakat dan ulama di Wilayah Guluk-Guluk ini. Kami ajak bersama-sama untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif," tandasnya.
Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauwan di wilayah guluk-guluk sampai menjelang tanggal 22 Mei. Hal itu dilakukan guna menghindari pergerakan massa yang masif yang akan ikut-ikutan melakukan perjalanan ke Jakarta.