Warga Kolor Tambah Daftar Nama Pengedar Narkoba di Sumenep

  • Bagikan
PENANGKAPAN : Terlapor berikut BB saat diamankan polisi. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, lagi-lagi ditangkap polisi gara-gara jual narkoba.

Terbaru, warga yang beralamat di Jalan Semangka Blok Asoka, Nomor 12 Bumi Sumekar Asri (BSA), Desa Kolor, Kecamatan Kota, sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) ketahuan edarkan narkoba jenis sabu.

Dia adalah Mufleh Rahman (48), saat ini tinggal di Jalan Adirasa I Blok RN-8 BSA, Kecamatan setempat.

Mufleh Rahman ditangkap pada hari Rabu, 5 Januari 2022 kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB. Dia ditangkap Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort (Satresnarkoba Polres) Sumenep.

BACA JUGA :  Puluhan Laporan PNS Nakal Masuk di Meja Disdik Sumenep

Hasil keterangan polisi, Mufleh Rahman ditangkap di depan sebuah Ruko, Jalan Arya Wiraraja, Desa Pabian. Pria lulusan S1 ini terbukti edarkan narkoba berat kotor ± 1,61 gram.

Informasi yang di dapat polisi dari masyarakat Mufleh Rahman sering melakukan transaksi narkoba. Mulai dari sini, polisi melakukan lidik secara intensif.

Setelah mendapat informasi yang bersifat A1, polisi langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan penangkapan serta penggeledahan terhadap Mufleh Rahman.

BACA JUGA :  Tuding Kejari Bangkalan Masuk Angin, Barisan Pemuda Bangkalan Turun Jalan

Saat itu, Mufleh Rahman, dalam posisi duduk di depan Ruko tersebut. Polisi temukan barang bukti (BB) yang sebelumnya sempat dibuang oleh Mufleh Rahman.

Diantaranya, satu paket plastik klip kecil berisi narkoba jenis sabu yang dibungkus sobekan tisu warna putih. Saat BB tersebut ditunjukkan kepada Mufleh Rahman, dia mengakui bahwa narkoba itu adalah miliknya.

BACA JUGA :  Enam Orang Pengedar Ditangkap, Satu Perempuan Ikut Bawa Narkoba dari Pamekasan

“Selanjutnya terlapor berikut BB-nya diamankan ke Kantor Satresnarkoba Polres Sumenep, guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, mengungkapkan dalam rilisnya, Kamis (6/1).

Kini, Mufleh Rahman terjerat tindak pidana Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

  • Bagikan