Viral Cakades Meninggal Menang di Pilkades Sumenep 

  • Bagikan
PAMFLET: Pamflet Cakades, Rudiyanto, terpilih di Pilkades serentak tahun 2021 Sumenep yang beredar di media sosial (Medsos) sebelum meninggal dunia. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Jika biasa Calon Kepala Desa (Cakades) mengikuti tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mengikuti segala tahapan hingga pemilihan emmenuju kemenangan, lain halnya yang terjadi di Pilkades serentak tahun 2021 Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Baru-baru ini viral Pilkades serentak tahun 2021 di Sumenep berbeda dari biasanya. Pasalnya, kemenangan Cakades yang biasanya disambut dengan syukur, tapi tidak dengan pelaksanaan Pilkades di Desa Rubaru, Kecamatan Rubaru ini.

Cakades nomor urut 03 atas nama Rudiyanto, unggul dalam Pilkades Raburu yang digelar Kamis (25/11/21) kemarin. Padahal, Cakades Rudiyanto telah dikabarkan meninggal dunia jauh sebelum pelaksanaan Pilkades.

Meskipun telah meninggal dunia, anehnya, Rudiyanto malah mendapat
banyak dukungan dari masyarakat setempat, hingga mengungguli dua Cakades lainnya dengan raihan 1.344 suara.

Diketahui, Cakades nomor urut 01 atas nama Abd Latip, memperoleh 31 suara. Sementara Cakades A urut 02 atas nama Moh. Munandar mendapat 1.005 suara.

BACA JUGA :  Deklarasi Enam Partai Politik Pengusung Fattah Jasin - Ali Fikri Pada Pilkada Sumenep 2020

Dari tiga Cakades Rubaru tersebut, Rudiyanto diketahui sebagai Cakades incumbent yang menghembuskan nafas terakhir pada malam hari Raya Idul Adha, Selasa (20/7/2021) lalu.

Kebenaran ini dikatakan oleh Ketua Panitia Pilkades Rubaru, Ach. Imam Basir. Pihaknya menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Rudiyanto memang sudah ditetapkan sebagai Cakades Rubaru bersama dengan dua Cakades lainnya oleh Panitia Pilkades Rubaru.

“Saat pengambilan nomor urut Cakades. Rudiyanto mendapat nomor urut 03. Sedangkan nomor urut 01 atas nama Cakades Abd Latip. Kemudian Cakades nomor urut 02 atas nama Moh. Munandar”, terangnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya oleh sejumlah media, Jumat (26/11).

Imam mengungkapkan, partisipasi pemilih mencapai 75% dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.712 pemilih. Sedangkan jumlah pemilih yang hadir dan menggunakan hak pilihnya sebanyak 2.403 Orang.

“Hasil rekapitulasi jumlah suara sah sebanyak 2.380 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 23 suara,” urainya.

BACA JUGA :  Dishub Sumenep Tegaskan Transportasi Angkutan Umum Berhenti Beroperasi

Imam mengatakan, masyarakat yang tidak hadir, ada yang meninggal dan di luar kota, bahkan ada yang sakit.

“Kalau yang tidak sakit, alhamdullillah masyarakat masih sangat antusias untuk menggunakan hak pilihnya,” ucapnya.

Terpisah, salah seorang kerabat terdekat Cakades nomor urut 03, Massuri mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Rubaru yang telah berjuang mensukseskan almarhum sebagai Cakades yang meraup suara terbanyak pada kontestasi demokrasi tingkat desa itu.

“Alhamdulillah masyarakat tetap kokoh dalam kerangka kebersamaan berada di barisan almarhum Rudiyanto. Hal itu yang terbangun sejak almarhum masih ada, dan ini dapat kita saksikan dengan perolehan suaranya yang cukup besar,” ujarnya.

Menurutnya, kemenangan Almarhum yang merupakan calon incumbent menjadi bukti nyata jika dirinya adalah orang yang baik.

Kemudian jasa-jasanya selama menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) selama 1 periode sebelumnya tidak dilupakan oleh masyarakat.

BACA JUGA :  Fauzi-Eva Banjir Dukungan, Kiai Hazmi Basyir Rapatkan Barisan Bersama Alumni dan Guru Ngaji

“Kebaikan beliau dan tim yang solid adalah menjadi kunci kemenangan almarhum Rudiyanto,” timpalnya.

DPMD SUMENEP TANGGAPI SOAL CAKADES MENINGGAL DUNIA NAMUN MENANG DALAM PEMILIHAN

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(DPMD) Sumenep, Moh. Ramli, menanggapi coal Cakades Rubaru yang meninggal dunia namun menang dalam Pilkades serentak tahun ini.

Dia mengatakan, meskipun Rudiyanto telah unggul dalam Pilkades Rubaru, Cakades bersangkutan tidak bisa dilantik karena sudah meninggal dunia.

“Pilkades Rubaru dapat dikatakan gagal dan perlu dilakukan pemungutan suara ulang pada Pilkades tahun berikutnya,” ungkapnya pada pewarta.

Secara otomatis, katanya, Bupati Sumenep akan menunjuk Penanggung Jawab (PJ) sebagai pengganti sampai pelaksanaan Pilkades tahun depan.

“Kebijakan tersebut berdasarkan Undang-undang nomor 6 PP 43 Perbup 54 tahun 2019, dan Perbup 15 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Sumenep,” tukasnya.

  • Bagikan