Viral, Aliran ‘Rambut Merah’ Tidak Wajibkan Sholat dan Puasa

  • Bagikan
Ilustrasi Aliran Sesat

CIANJUR, MaduraPost – Sebuah aliran yang kali viral muncul di Desa Bojong Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Aliran yang dipimpin DJ (50) warga desa Bojong mengharuskan pengikutnya mengecat rambutnya dengan warna merah dan tidak mewajibkan pengikutnya untuk sholat dan Puasa Ramadhan.

Kelompok pimpinan DJ ini kemudian viral dengan aliran ‘Rambut Merah’ dengan jumlah pengikut sekitar 17 orang.

BACA JUGA :  Saat Mandi di Sungai, Seorang Remaja di Pasean Pamekasan Tewas Tenggelam

Warga sekitar merasa bahwa aliran yang di bawa DJ dengan pengikutnya termasuk aliran sesat, Mereka meninggalkan sholat dan tidak melaksanakan puasa.

Aliran ‘Rambut Merah’ ini lebih suka bersemedi di hutan dengan tidak memakai pakaian dan cukup dengan memakai celana dalam.

Pemerintah Desa Bojong bersama dengan MUI Desa Bojong dan Persatuan Asatid Karangtengah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah melakukan pembinaan terhadap DJ dan beberapa pengikutnya.

BACA JUGA :  Perolehan Suara Hilang, Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur Ini Lapor Bawaslu

Kepala Desa Bojong Uyeng Handoko mengaku belum bisa memastikan apakah semedi ke hutan tersebut merupakan salah satu ritual atau bukan. “Untuk sementara memang ada penyimpangan dari ajaran Islam. Kalau sesat atau tidaknya belum bisa dipastikan,” tutur Uyeng seperti dilansir Detik.com. Jum’at (21/05/2021).

Seorang warga Kampung Ciroyom yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan bahwa penduduk setempat mulai curiga aktivitas menyimpang kelompok ‘rambut merah’ sejak Ramadhan. “Kalau sesat atau enggaknya, tidak tahu pasti. Tapi saat Ramadhan beda saja, orang lain puasa, mereka makan dan merokok,” ujarnya.

  • Bagikan