Usai Segel TPA, Puluhan Warga Mendatangi Rumah Dinas Bupati Bangkalan

  • Bagikan

BANGKALAN, MaduraPost – Setelah menyegel Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Desa Buluh kecamatan Socah kabupaten Bangkalan, kini warga dan tokoh masyarakat mendatangi rumah dinas Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron. Jumat (21/02/2020).

Penyegelan TPA dengan luas 2,5 hektare yang beroperasi sejak 2006 itu bukan tanpa alasan, Karena sampah yang dikirim ke TPA hanya ditumpuk kemudian dibakar, Sehingga menimbulkan bau dan menjadi wabah penyakit terhadap warga sekitar, serta janji manis pemerintah terkait, yang tak pernah kunjung terealisasi.

BACA JUGA :  Petani Waswas, Harga Bawang Merah di Probolinggo Terus Merosot

Hal itu dismpaikan langsung Sulaiman Asis salah satu warga yang ikut serta mendatangi Bupati Bangkalan, dirinya sangat setuju dengan pemenutupan TPA di kecamatan Socah tersebut, lantaran warga sudah tidak kuat lagi terhadap bau yang sangat menyengat.

“Kita orang miskin, setiap hari makan nasi ikan teri, tapi masih disuguhkan bau sampah yang menyengat,” ujarnya saat menyampaikan keluhannya terhadap bupati Bangkalan, Jumat (21/02/2020).

BACA JUGA :  Jelang Musim Tembakau, Dispertahourtbun Sumenep Diminta Maksimalkan Realisasi Program

Menanggapi hal itu, Hadari selaku kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Bangkalan menjelaskan, Ketika disegel yang jelas ini mengganggu di hulu. Apabila di hilir itu disetop maka dihulu akan macet, hal itu akan berdampak lebih besar lagi.

“karena TPA Desa Buluh adalah satu-satunya fasilitas umum yang dimiliki pemerintah daerah, serta DLH hanya memiliki 10 tandon untuk menampung sampah untuk saat ini,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menwgaskan bahwa pihaknya akan bertindak cepat untuk menangani permasalahan yang membuat rakyatnya resah, serta tidak merasa aman, dampak dari sampah yang ramai dibicarakan hari itu.

BACA JUGA :  Berkah Ramadhan, Forum Komunikasi Mahasiswa Proppo Berbagi Ta'jil

“Kita bawakan alat berat, untuk menangani sampah yang ada di TPA besok, kedepan tentu kita memang harus carikan solusi dalam jangka panjang, agar tidak berlarut-larut seperti ini, agar tidak menjadi permasalahan yang berseri, tidak ada episode lagi,” terangnya. (mp/sur/rul)

  • Bagikan