Tolak Perpanjangan PPKM Darurat Covid-19, PMII dan BEM se Pamekasan Demo DPRD

  • Bagikan
PC PMII Pamekasan dan BEM se-Pamekasan saat melakukan aksi demontrasi di kantor DPRD Pamekasan.(M. Monir/MaduraPost)

PAMEKASAN, MaduraPost – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi lintas BEM se-Pamekasan dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan gelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jum’at (23/7/2021).

Aksi demonstrasi tersebut menolak adanya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Covid-19 level 4 yang dianggap telah menyengsarakan masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Pamekasan.

BACA JUGA :  Berbagi di Bulan Suci, Komunitas "Jangan Lupa Bahagia" Berbagi Sembako

Kemudian dalam aksinya, demonstran meminta agar Pemkab Pamekasan melonggarkan penjagaan sesuai SE yang baru serta meminta agar Pemkab menolak jika ada perpanjangan PPKM kembali.

Tak hanya itu, dalam orasinya Syaiful Bahri selaku Korlap Aksi meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Pamekasan agar Rumah Sakit swasta untuk menerima Pasien Covid-19.

“Kalau tidak mau, maka wajib Pemerintah Kabupaten Pamekasan mencabut ijinnya,” teriaknya.

BACA JUGA :  Baru Pertama Kali, Bupati Sampang Disuntik Vaksin Covid-19

Syaiful Bahri juga meminta agar Pemerintah Pamekasan memberikan kebijakan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kami juga meminta kepada Pemkab Pamekasan untuk memenuhi UUD no 3 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan,” pintanya.

Sementara itu, dihadapan para peserta aksi Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rahman berjanji akan menyampaikan aspirasi para pendemo ke Pemkab Pamekasan dan akan menindaklanjuti.

BACA JUGA :  Empat Poin Tuntutan PMII ke Pemkab Sumenep Hingga Bakar Ban

“Setelah ini akan kami sampaikan tuntutan para mahasiswa ke Pemkab Pamekasan,” pungkasnya.

  • Bagikan