Scroll untuk baca artikel
Headline

Tim Kemensos Intimidasi Keluarga Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Sumenep

Avatar
38
×

Tim Kemensos Intimidasi Keluarga Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Sumenep

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. Potret dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Kasus dugaan pelecehan seksual di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga ada intimidasi Tim Kemensos. Jumat, 10 November 2023.

Hal itu dibeberkan Sekcab KPI Sumenep, Nunung Fitriana. Sebagai salah satu lembaga yang mengawal kasus ini.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dirinya mengaku miris dengan pendamping Tim Kemensos yang ikut andil dalam kasus tersebut namun malah diduga melakukan intimidasi terhadap keluarga korban.

Baca Juga :  PT Arinna Makmur Sentosa Hadirkan Atraksi Budaya Spektakuler Peringati HUT ke-79 Kemerdekaan RI

“Kemarin sore ada intimidasi dengan alasan si bibi mengambil gambar dari orang-orang Kemensos pada keluarga korban sampai bibinya histeris, ketakutan dan ini yang membuat keluarga korban semakin kecewa,” kata Nunung dalam keterangan resminya pada media, Jumat (10/11).

“Sampai tadi malam tetap ada upaya melobi kepada ibu korban untuk mau di bawa ke Jawa Tengah. Padahal masih ada adek korban di Kangean yang berusia 6 tahun,” sambungnya lebih lanjut.

Baca Juga :  Semarak Agustusan Mulai Digagas Karang Taruna Dempo Timur

Nunung mengatakan, hari ini korban berikut keluarganya akan mendatangi Dinsos P3A Sumenep untuk menyatakan sikap untuk tidak didampingi lagi oleh dinas terkait.

“Mereka menyatakan tidak ingin didampingi lagi oleh dinas sosial ataupun wakil Kemensos (Margopatilaras) yang memaksa mereka ikut ke sentra rehabilitasi di Pati karena pertimbangan yang sangat jauh,” ujar Nunung.

Nunung mengungkapkan, sebenarnya keluarga korban lebih setuju jika dirawat atau di rehab di salah satu pondok pesantren yang ada di Sumenep.

Baca Juga :  Melihat Peluang, Abd Wahed Sukses Kembangkan Usaha Agen BRILink di Pulau Gili Iyang

Dia juga menilai, dalam penanganan kasus seperti ini seharusnya kenyamanan korban dan keluarga menjadi prioritas.

“Namun Dinsos dan Kemensos malah bersikap seperti ini, oleh karena itu pagi ini keluarga memutuskan berhenti didampingi Dinsos Sumenep,” tandasnya.

Sekedar informasi, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Tim Kemensos.***