SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlinePemerintahan

Ini Alasan Polres Sumenep Tutup Tempat Wisata Tapi Biarkan Pasar dan Cafe Tetap Buka

Avatar
×

Ini Alasan Polres Sumenep Tutup Tempat Wisata Tapi Biarkan Pasar dan Cafe Tetap Buka

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Sejumlah objek wisata di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih dilakukan penutupan selama pandemi covid-19 berlangsung.

Namun, sejumlah cafe dan pasar tidak dilakukan penutupan. Sebab itu, AKP. Widiarti, Kasubbag Humas Kepolisian Resort (Polres) Sumenep menyatakan, para pelaku wisata seperti Waterpark, pantai Lombang, dan pantai Slopeng, yang terdampak covid-19 sudah mendapat bantuan dari Kementerian.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Sidang ke 17 Sengketa Tanah di PN Sampang, Berikut Pernyataan Kuasa Hukum Penggugat

“Ya, kan kemarin Pak Bupati sudah jelas perintahnya, dan tegas tempat wisata ditutup, karena menimbulkan kerumunan,” terangnya, Ahad (31/05/2020).

Meski begitu, Widiarti, memaparkan jika tradisi masyarakat Sumenep saat lebaran ketujuh (Ketupat) akan pergi ke beberapa tempat objek wisata tidak bisa dihilangkan, meski ditengah pandemi virus corona ini.

“Karena kebiasaan di sini, hari raya ketupat itu kan memang banyak masyarakat berkerumun. Seperti di tempat wisata di pantai,” kata dia.

Baca Juga :  BREAKING NEWS : Kantor Bupati Bangkalan Digeledah KPK

Ditanya soal tidak ditutupnya pasar dan cafe, pihaknya membenarkan apabila terdapat sejumlah kafe dan pasar yang tetap buka selama musim corona.

“Jadi kalau kafe itu kan orang beli lalu dibungkus langsung pulang. Cafe hanya diperbolehkan buka sampai dengan pukul sembilan malam. Sedangkan pasar, itu roda perekonomian, kalau pasar ditutup itu terus seperti apa masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Saldo Milik Warga Penerima BSP Non Tunai Raib, TKSK Dungkek Sulit Dihubungi

Akan tetapi, sambungnya, tetap dibukanya pasar dan cafe di Sumenep, harus mengikuti protokol kesehatan guna memutus rantai penularan covid-19.

“Tetapi di sana diwajibkan pakek masker, protokol kesehatan tetap harus dijaga, harus dilaksanakan. Masyarakat juga harus mematuhi aturan pemerintah ini juga untuk menjaga masyarakat itu sendiri,” tambahnya. (Mp/al/kk)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.