Terhimpit Ekonomi, Warga Sumenep Banyak Edarkan Narkoba

  • Bagikan
KONFERENSI PERS: Polres Sumenep saat menggelar jumpa pers ungkap kasus penyalahgunaan narkoba. (MaduraPost/M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Alasan terhimpit ekonomi, warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, banyak yang terjerumus menjadi pengedar, kurir hingga pemakai narkoba.

Data Kepolisian Resort (Polres) Sumenep menyebutkan, ungkap kasus narkoba yang ditangani Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) sebanyak 52 kasus dan Kepolisian Sektor (Polsek) sebanyak 37 kasus. Jumlah total 89 kasus narkoba selama tahun 2021.

BACA JUGA :  Kejari Pamekasan Dalami Dugaan Korupsi DD di Desa Larangan Slampar

Adapun kriteria tersangka yakni 26 orang pengedar, 28 orang kurir dan 82 orang pemakai. Rinciannya, terdapat 136 tersangka meliputi 134 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Total barang bukti (BB) yang dikumpulkan kurang lebih 128 gram selama tahun 2021.

“Salah satu alasan tersangka karena ekonomi,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya mengungkapkan, saat gelar Konferensi Pers di halaman Mapolres Sumenep, Rabu (29/12).

BACA JUGA :  Pamit Menjaring Ikan, Warga Pamekasan Sempat Hilang dan Ditemukan Tewas di Sumenep

Barang Bukti (BB) penyalahgunaan narkoba di Sumenep diantaranya ganja 8,72 gram, pil inex sebanyak 2 butir, pil double Y sebanyak 99 butir. Kemudian uang sejumlah Rp 17.189.000 (tujuh belas juta seratus delapan puluh sembilan ribu rupiah).

89 kasus ini profesinya pun bervariasi, mereka diantaranya 75
wiraswasta, 18 tani, 1 perangkat desa, 5 sopir, 9 pelajar, 1 nelayan dan 2 pegawai Negeri Sipil (PNS).

  • Bagikan