Tekan Sebaran Covid-19, Kejari Sumenep Fasilitasi Vaksinasi Massal Secara Gratis

  • Bagikan
VAKSINASI : Nampak terlihat masyarakat dan pegawai toko antusias ikuti vaksinasi massal. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Demi menekan angka penyebaran Covid-19 dan menjaga imunitas tubuh, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, gelar vaksinasi massal di halaman Kantor Kejari setempat. Kamis, (15/7/2021).

Vaksinasi massal tersebut juga dilakukan dalam rangka hari ulang tahun ke 21 tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, yang jatuh pada tanggal 22 Juli 2021 mendatang.

Kepala Kejari (Kajari) Sumenep, Adi Tyogunawan, melalui Kanit Intel, Novan Bernadi menjelaskan sebanyak 250 vaksinasi jenis Sinovac disiapkan untuk masyarakat umum dan pelayan publik serta pegawai toko swalayan.

“Jadi target untuk vaksinasi ini dikhususkan kepada garda-garda pelayanan masyarakat. Nah, sekarang ini kita menyasar kepada pelayan toko. Makanya kita panggil Indomaret, bekerjasama dengan mereka,” ungkapnya, saat dikonfirmasi pewarta usai acara di ruang kerjanya, Kamis (15/7).

Dalam vaksinasi gratis itu, ada beberapa toko yang menjadi mitra kerjasama, salah satunya Indomaret yang berada di Sumenep.

“Alhamdulillah pada hari ini hampir 200 orang sudah selesai divaksin semua. Ini juga termasuk dengan masyarakat umum yang ada disekitaran Kantor Kejari Sumenep,”

BACA JUGA :  20 Rapid Test di Dinkes Sumenep Belum Digunakan

“Ini juga sebagai prosesi menuju hari ulang tahun ke 21 tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. Makanya kita merangkul beberapa pihak. Hal ini kita lakukan demi menangkal terjadinya sebaran Covid-19. Masyarakat umum ini menanggapinya dengan cukup baik,” terangnya.

Menurutnya, dengan vaksinasi massal tersebut tak lain sebagai bentuk dari pencegahan berbagai macam virus dan bakteri pada masa pandemi Covid-19.

“Kita masih ada dalam situasi pandemi, harapannya jika masyarakat sehat bangsa pasti ikut kuat,” ajaknya.

Diketahui, vaksinasi di Kantor Kejari Sumenep melayani dua tahapan. Nantinya, kata Novan, akan ada bantuan vaksinasi tahap kedua untuk masing-masing Puskesmas yang ada di Sumenep.

“Tidak ada penolakan dari masyarakat atas vaksinasi massal ini. Kita yang mempersiapkan disini juga tentu mengikuti protokol kesehatan. Misal ada masyarakat yang hendak divaksin, mereka ditanyakan dulu apakah memiliki riwayat penyakit dan sebagainya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tindakan Tegas Dishub Bangkalan, untuk Kendaraan yang Parkir Liar

Novan menerangkan, untuk tenaga medis yang disiapkan, Kejari Sumenep bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Sekitar 15 orang tenaga kesehatan (Nakes) dikerahkan.

“Kita sediakan tempat juga, lalu pembagian jam proses vaksinasi. Jadi per-jamnya itu 50 orang. Hal itu dilakukan demi membatasi adanya kerumunan massal. Untuk edukasi ke masyarakat sudah kami lakukan tentunya, hari ini responnya sangat baik,” timpalnya.

Proses vaksinasi massal yang dilaksanakan di halaman Kejari Sumenep itu turut dihadiri Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Bupati Fauzi mengaku, jika setiap hari terus melakukan vaksinasi kepada masyarakat umum. Apalagi saat ini, sebaran Covid-19 di Sumenep masih tinggi.

“Ini terus kita lakukan setiap hari, Puskemas itu langsung turun ke bawah. Artinya vaksin ini tidak harus dilakukan di perkotaan saja. Vaksin ini ada yang 1.600 ribu, kadang juga 600, sambil lalu menuggu vaksin yang dari Provinsi,” ucapnya.

BACA JUGA :  Rumah Sakit di Sumenep Sudah Tidak Ada Pasien Covid-19

Pihaknya menegaskan, akan menyisir masyarakat hingga pelosok desa. Apalagi bagi mereka yang belum melaksanakan vaksinasi.

“Dilihat dari daerah yang vaksinasinya rendah. Contohnya di Kabupaten Batu Putih, kita siapkan disana. Pokoknya gimana caranya orang agar mau divaksin,” katanya.

Dia pun menyakini, respon masyarakat untuk divaksin sangat tinggi. Meski saat ini masih tersebar informasi hoax, pihaknya tidak menampik jika masyarakat terus dihantui kabar bohong itu. Dia mengimbau agar masyarakat selalu mendengar saran dan aturan Pemerintah.

“Untuk sementara ini masyarakat sudah banyak yang percaya terkait vaksin itu. Untuk masyarakat yang percaya hoax tidak terlalu banyak. Makanya kita cepat-cepat melaksanakan vaksinasi ini,” urainya.

“Kegiatan hari ini kan difokuskan pada penjaga toko seperti Indomaret dan Alfamart. Sentuhan pak Kajari ke pegawai toko ini sanagy bagus, karena pegaway toko banyak bersentuhan langsung dengan pembeli. Makanya harus divaksin agar tidak beresiko,” tambahnya.

  • Bagikan