Sumenep Terapkan PPKM, Bupati Busyro Akui Pengendalian Covid-19 Belum Ada Hasil Maksimal

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro hingga tingkat RT dan RW.

PPKM itu diterapkan sebab Sumenep masuk status zona kuning penyebaran Covid-19. Hari ini, Rabu (10/2/2021) Forkopimda Sumenep gelar apel persiapan PPKM.

Satu tahun pandemi Covid-19 merambah Sumenep, hingga kini, penanganan dan pengendalian penyebaran virus corona, diakui Bupati Sumenep, Busyro Karim, belum ada hasil yang maksimal.

BACA JUGA :  Pemdes Pamoroh Abaikan Prokes Covid-19 Pada Saat Pendistribusian BSB

“Bahkan di Kota Keris ini, sudah lebih dari seribu kasus terkonfirmasi positif covid-19,” kata Bupati Busyro dalam sambutannya saat apel, Rabu (10/2).

Bupati yang hampir purna tugas ini menjelaskan, kebijakan PPKM skala mikro hingga tingkat RT dan RW tesebut memang harus diterapkan. Penerapan PPKM di tingkat desa dan kelurahan akan di bangun posko penanganan.

BACA JUGA :  Kunjungi Destinasi Wisata Pantai Lon Malang, Ini Harapan Bupati Sampang

Bupati Busyro mengungkapkan, pemberlakuan PPKM skala mikro sudah dimulai sejak tanggal 9 hingga 22 Februari 2021.

“PPKM hanya untuk wilayah yang berstatus zona kuning,” jelas politisi senior PKB ini.

Menurutnya, bagi wilayah yang berstatus zona merah, akan dilakukan beberapa upaya untuk penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Diantaranya, menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum.

BACA JUGA :  Tidak Ditemui Bupati, Mahasiswa di Sumenep Bentrok dengan Satpol PP

“Kecuali sektor esensial, dan larangan berkerumun lebih dari tiga orang. Kita sudah koordinasikan dengan beberapa unsur, mulai dari kepala desa dan lurah, hingga ketua RT dan RW,” tukasnya. (Mp/al/kk)

  • Bagikan