SMPIT Sumenep Gelar Intrepreneur, Ketua Komite Sekolah Harapkan Siswa Unggul dan Mandiri

Avatar
SEREMONIAL : Foto bersama Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah, dan segenap jajaran guru SMPIT Al-Hidayah Sumenep. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al-Hidayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, gelar Projek Profil Pelajar dan Pancasila bertema ‘Intrepreneur Muslim Berkebhinekaan Global’ tahun 2021-2022. Selasa, 14 Desember 2021.

Sekolah yang terletak di Jalan Siwalan, Akasia, Gang I, Pangarangan Sumenep ini telah tercatat sebagai Sekolah Penggerak.

Acara tersebut berlangsung pada Senin, sekitar pukul 07.30 WIB di halaman sekolah setempat.

Dalam sambutannya,
Kepala SMPIT Al-Hidayah, Rabiatul Adawiyah (34) mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan kali kedua tahun ini, khusus siswa kelas VII.

“Projek pertama siswa membuat komik, dan kedua ini lebih kepada wirausaha,” kata ustazah Adawiyah, Selasa (14/12).

Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan yang mengajarkan peserta didik dalam dunia berwirausaha itu bisa mewujudkan siswa memiliki wawasan global, serta memiliki karakter pancasila.

Dalam giat itu, siswa mengolah olahan buah-buahan menjadi sesuatu yang ternilai dan dapat dijual. Ustazah Adawiyah menginginkan, SMPIT Al-Hidayah lebih baik ke depan dari projek yang telah dijalankan.

BACA JUGA :  Kasus USB SMPN 3 Karang Bahagia, Kuasa Hukum PT RAP Icang Rahardian : Hukum Yang Salah

Ustazah Adawiyah menyebut, dari acara ini siswa diajarkan menjadi wirausahawan muslim. Nantinya, ada nilai yang akan dimasukkan ke mata pelajaran (Mapel) siswa.

Sementara itu, Ketua Komite SMPIT Al-Hidayah Sumenep, Chainur Rasyid menjelaskan, kegiatan ini adalah salah satu wujud inovasi yang dilakukan SMPIT Al-Hidayah Sumenep.

Dia menuturkan, semua elemen sekolah utamanya para siswa harus bangga terhadap inovasi yang telah dilakukan.

“SMPIT Al-Hidayah Sumenep hebat,” kata pria yang akrab disapa Pak Inong ini di hadapan para peserta didik.

Dia pun menyampaikan banyak terimakasih, dengan inovasi tersebut nantinya diharapkan bisa mencetak anak didik yang tangguh dan handal.

Dimana, tantangan global dan teknologi yang semakin pesat, harus berani menghadapi tantangan yang dialami saat ini.

“Masih banyak inovasi yang akan dilakukan SMPIT Al-Hidayah Sumenep ke depan, jangan khawatir,” ujar pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Sumenep ini.

BACA JUGA :  Pihak Keluarga Serahkan Pemilik Akun "Allby Madura" ke Polres Sampang

Pihaknya juga mengajak agar para peserta didik tidak menjadi generasi yang lemah dan lembek. Akan tetapi, bisa memimpin masa depan.

Dia berkeinginan, agar di masa depan lahir pemimpin dari alumni SMPIT Al-Hidayah Sumenep. Mulai dari Kabupaten hingga pusat. Artinya, pengorbanan yang dilakukan oleh para guru tidaklah sia-sia dalam mendidik siswanya.

Berbicara seorang saudagar dan pembisnis, Chainur mengajak para siswa untuk selalu amanah. Dia menyampaikan, akan terus mendukung dan mengembangkan program-program yang dilahirkan sekolah.

Kegiatan tersebut diharapkan Chainur tidak hanya setahun sekali, akan tetapi selama satu tahun bisa dilaksanakan selama dua hingga tiga kali.

Dengan adanya kreasi anak didik di sekolah tersebut juga diajarkan bagaimana menjadi seorang yang mandiri. Tidak bergantung kepada sekolah, sebab tuntutan zaman saat ini harus bisa menyiapkan anak didik yang unggul.

Apalagi, pasca pandemi Covid-19 para siswa diharapkan terus semangat dalam mengemban ilmu di sekolah. Di masa endemi nanti, Chainur mengajak semua elemen bangkit, utamanya di sektor ekonomi.

BACA JUGA :  PAD Pariwisata di Sumenep Melampaui Target

Chainur mengungkapkan, hasil kegiatan belajar berwirausaha itu, nantinya akan disumbangkan kepada warga terdampak banjir di Kepulauan Kangean dan erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang.

“Ini menjadi sumbangan akhirat yang dilakukan oleh anak didik kita. Menumbuhkembangkan hidup bermasyarakat dan bersosial,” kata Chainur diakhir sambutannya.

Uniknya, kreasi wirausaha siswa SMPIT Al-Hidayah Sumenep mengolah beragam olahan buah-buahan dan makanan lainnya yang dijajakan. Mulai dari makanan khas Sumenep, Sumatera, Jakarta, bahkan Negara Hongkong.

Alan (13), siswa kelas 7A, pada kegiatan itu menjual es buah Hongkong. Dimana, es buah dengan nama Hongkong tersebut dijualnya atas inovasi kelompok yang direncakan beberapa hari lalu.

“Ini hasil kreasi teman-teman,” kata Alan, saat diwawancara eksklusif oleh MaduraPost.

Dia berharap, di kelompoknya itu bisa mendapatkan nilai tinggi dan menjadi juara dari kegiatan yang di gelar sekolah. Dalam kegiatan tersebut, sekolah tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes).