Scroll untuk baca artikel
Daerah

Sempat Zona Hijau, 17 Warga Sumenep Kembali Terpapar Covid-19

24
×

Sempat Zona Hijau, 17 Warga Sumenep Kembali Terpapar Covid-19

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA. Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono, saat diwawancara awak media baru-baru ini. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Lama tak terdengar kabar perkembangan Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belasan orang kembali terpapar lagi.

Meski sembilan minggu Kabupaten ujung timur pulau Madura tidak ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun sejak dua minggu terakhir ini, sedikitnya 17 orang baru positif terinfeksi virus asal kota Wuhan Cina itu.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Usai Pamekasan, PLN UP3 Madura ke Sumenep Jalin Kerjasama Ketenagalistrikan

“Saat ini, berdasarkan data, tercatat sebanyak 17 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, dan mereka sedang menjalani penanganan medis di ruang isolasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep oleh tim dokter Covid-19,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono, Selasa (2/6).

Diantara 9 pasien dari 17 pasien Covid-19 ini, sejatinya merupakan hasil tracing yang rutin dikakukan kepada pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Daerah, sehingga penularannya dari dalam lingkungan keluarga.

Baca Juga :  KELUARGA BESAR JCW KABUPATEN SAMPANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

“Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di RSUD itu paling banyak beralamat di Kecamatan Kota Sumenep, yang usianya dewasa bukan anak-anak,” terang Agus.

Agus mengungkapkan, instansinya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepada warga yang bergejala Covid-19.

“Karena tidak menutup kemungkinan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Sumenep bertambah,” jelas dia.

Baca Juga :  Komitmen Tika Suhartatik Dalam Menerbitkan Sebuah Buku, Satu Catatan Lebih Baik dari Seribu Ingatan

“Diharapkan, dengan pengendalian bersama dan masyarakat meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan bisa memutus rantai penularan kasus COVID-19, sehingga tidak ada masyarakat yang kembali terkonfirmasi positif virus itu,” timpalnya.