SUMENEP, MaduraPost – Upaya serius RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan kembali ditegaskan lewat percepatan transformasi digital yang menyentuh seluruh lini layanan.
Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu tidak hanya menitikberatkan pembangunan sarana fisik, tetapi juga mengembangkan sistem kerja modern yang lebih transparan, efisien, serta terukur guna menjawab kebutuhan masyarakat di era layanan serba cepat.
Sejalan dengan peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B, manajemen RSUDMA Sumenep langsung mendorong pembenahan berbasis teknologi.
Pembaruan ini meliputi digitalisasi pendaftaran pasien, pengelolaan antrean, hingga penerapan rekam medis elektronik yang sudah terhubung dengan platform nasional Kementerian Kesehatan, Satu Sehat.
Integrasi tersebut menjadi pondasi penting dalam mewujudkan konsep Smart Hospital yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Langkah digitalisasi dirancang untuk mengatasi persoalan klasik layanan kesehatan, mulai dari antrean panjang, proses administrasi berbelit, hingga lambatnya akses data medis.
Melalui sistem yang lebih tertata, rumah sakit menargetkan pengalaman layanan yang lebih ramah, cepat, dan akurat bagi masyarakat.
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren modernisasi, melainkan kebutuhan mendesak agar layanan kesehatan tetap relevan dan berkualitas.
“Kami ingin masyarakat merasakan pelayanan yang benar-benar mudah, cepat, dan akurat. Transformasi digital ini bukan sekadar tren, tetapi strategi menjawab kebutuhan zaman,” ujar dr. Erliyati, Rabu (4/2).
Salah satu inovasi yang kini dirasakan langsung pasien adalah sistem pendaftaran dan antrean online.
Melalui layanan ini, masyarakat dapat menentukan jadwal kunjungan, memilih dokter, hingga memperoleh nomor antrean sebelum datang ke rumah sakit.
Sistem tersebut membuat pelayanan lebih terjadwal sekaligus menekan potensi penumpukan pasien di ruang tunggu.
Menurut dr. Erliyati, penerapan sistem digital terbukti mampu memangkas waktu tunggu yang sebelumnya bisa melebihi dua jam, terutama pada jam pelayanan padat.
Kini, antrean menjadi lebih tertib dan terkontrol sehingga pasien tidak lagi menghabiskan waktu lama hanya untuk menunggu pemeriksaan.
Selain mempermudah akses, digitalisasi turut meningkatkan kualitas layanan medis. Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) melalui aplikasi Meditrack memungkinkan data pasien tersimpan aman, sistematis, dan dapat diakses secara real time oleh tenaga kesehatan berwenang.
Sistem ini memudahkan dokter menelusuri riwayat penyakit, hasil pemeriksaan, hingga terapi yang pernah diberikan.
“Inovasi ini sangat mempercepat proses diagnosis serta koordinasi antarlayanan, sehingga keputusan medis dapat diambil lebih tepat,” ungkapnya.
Keunggulan RME juga terlihat pada peningkatan koordinasi lintas unit, mulai dari poliklinik, IGD, hingga ruang rawat inap.
Setiap tindakan medis terdokumentasi dengan baik sehingga memudahkan evaluasi, pengawasan, sekaligus meningkatkan keselamatan pasien secara menyeluruh.
Konsistensi transformasi layanan ini mengantarkan RSUDMA Sumenep meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima.
Predikat tersebut menjadi bukti bahwa rumah sakit telah memenuhi standar tertinggi nasional dalam mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta tata kelola manajemen.
Pencapaian tersebut semakin mengukuhkan posisi RSUD Sumenep sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Madura Timur.
Dengan dukungan teknologi serta penguatan sumber daya manusia, RSUDMA dinilai semakin siap bersaing dengan rumah sakit modern lainnya di tingkat regional.
Meski menonjolkan teknologi, manajemen rumah sakit memastikan pendekatan humanis tetap menjadi prioritas.
Digitalisasi justru dimanfaatkan untuk mengurangi beban administratif tenaga medis agar mereka dapat lebih fokus pada pelayanan langsung serta peningkatan kualitas interaksi dengan pasien.
“Melalui sistem digital terpadu, setiap data pasien terkelola secara aman dan terintegrasi,” tegas dr. Erliyati.
Ke depan, RSUDMA Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan transformasi digital seiring perkembangan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi kesehatan.
Langkah ini menjadi strategi menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, modern, dan berdaya saing tinggi bagi warga Sumenep dan sekitarnya.***






