Ratusan Tambang Galian C di Sumenep tak Kantongi Izin

Avatar
TAMBANG. Salah satu lokasi tambang Galian C di Kecamatan Ganding. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Galian C ilegal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memang meresahkan. Pasalnya, sebanyak 220 titik lokasi tambang Galian C di dipastikan tak mengantongi izin.

Jumlah itu tersebar di wilayah kecamatan daratan hingga kepulauan. Khusus daratan tercatat sebanyak 214, sedangkan di wilayah kepulauan hanya 6 titik.

“Mereka semua tidak ada izinnya, demikian Pak Bupati,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, Rahman Riadi, Rabu (26/1).

BACA JUGA :  Empat Warga Sumenep Tersengat Aliran Listrik, Satu Orang Tewas di TKP

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, keberadaan tambang Galian C yang tak mengantongi izin sebenarnya adalah persoalan legendaris.

Sehingga, tidak bisa dengan serta merta diselesaikan di tingkat kabupaten saja, sebab aturan terkait dengan izin dan penutupan tambang Galian C ilegal merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Ini sebenarnya persoalan lama yang tak kunjung selesai. Saya tegaskan ini harus selesai di era kepemimpinan kami,” kata Bupati menegaskan.

BACA JUGA :  Bupati Sumenep Klaim Virus Corona Tak Ada di Sumenep, 6 Pasien Tercemar Dari Luar Madura

Sebagai langkah awal, Bupati Fauzi menjelaskan bahwa akan berkirim surat ke provinsi untuk menyampaikan keluhan mahasiswa dan masyarakat terkait dengan tambang Galian C yang tak berizin.

“Pastinya kami akan terus berbenah. Besok kita layangkan surat ke provinsi, setelah itu nanti kalau misalnya ada hal-hal lain kami pasti akan melibatkan mahasiswa juga untuk tindaklanjutnya,” kata Bupati Fauzi.

Selasa (25/1/2022) kemarin, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sumenep (AMMS) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pemerintah setempat.

BACA JUGA :  Sosialisasi Tertib Lalu Lintas, Satlantas Polres Pamekasan Bagikan Helm Gratis

Para aktivis menuntut agar keberadaan tambang Galian C ilegal di kabupaten ujung timur Pulau Madura segera ditutup lantaran telah menimbulkan kerusakan lingkungan hingga menyebabkan tanah longsor dan banjir.

“Galian C ilegal ini di samping membuat kerusakan alam juga tidak mendatangkan manfaat untuk pendapatan asli daerah. Makanya harus ditindak tegas,” kata Korlap Aksi Maksudi, Selasa (25/1/2022) kemarin.