Proyek TPJ Milik Kades Mapper di Rekkerrek Jadi Sorotan PAMEKASAN,

  • Bagikan
Bagian realisasi proyek Tembok Penahan Jalan (TPJ) milik Kades Mapper di Desa Rekkerrek (Mohammad Munir).

PAMEKASAN, MaduraPost – Beberapa elemen masyarakat khususnya masyarakat setempat geram dan mengeluhkan realisasi proyek Tembok Penahan Jalan (TPJ) di Dusun Rekkerrek Laok 1, Desa Rekkerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Lantaran, proyek abal-abal yang diketahui milik Kepala Desa Mapper tersebut disinyalir dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan spesifikasinya.

Pantauan Wartawan Media ini di lokasi, nampak terlihat material batu yang digunakan adalah batu apung, penataan batunya ditata tanpa adukan (campuran semen dan pasir) dan sepertinya banyak tataan batu lama yang langsung diplester atau dicaplok dari luar.

BACA JUGA :  Seremoni Pensterilan Puskesmas Batumarmar Dibantu FRPP Pamekasan

Tak hanya itu, realisasi proyek yang diduga melabrak Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 karena tidak ada papan informasinya di lokasi proyek tersebut menggunakan material abu batu.

Dari itu kata salah seorang tokoh masyarakat setempat berinisial MY, dirinya dan warga yang lain sangat menyayangkan dan sangat geram terhadap realisasi proyek yang tidak jelas asal-usulnya serta asal-asalan itu.

BACA JUGA :  Nasib PKL di Pamekasan Tak Jelas, N.G.O Geram Terhadap Sikap Bupati Baddrut Tamam

“Selain memang pekerjaannya asal-asalan seperti itu, milik Kepala Desa lagi. Dan menurut saya itu fatal banget, karena Kepala Desa merangkap jadi kontraktor, aneh dan lucu kan,” sesalnya.

Namun dilain waktu, melalui hubungan telpon selulernya salah seorang warga Desa Mapper Proppo H. Fateha mengaku kalau proyek tersebut milik Kepala Desa Mapper dan dirinya sebut dia hanya melaksanakan dan mengawasi di bawah.

BACA JUGA :  Pasar Pakong Kembali Akan Dibangun Dengan Anggaran Rp 3 Miliar

“Milik Kepala Desa Mapper, saya hanya mengawasi, melaksanakan mengawasi, memang kan selalu kalau saya yang mengawasi, terus kalau masalah anggarannya dari mana saya tidak tahu, tanya sendiri ke Kades Mapper,” kata H. Fateha menggunakan bahasa Madura, Senin (27/9/2021).

  • Bagikan