Proyek Saluran Irigasi di Klakah Lumajang di Sub Kontrakan, Kualitas Proyek Diragukan

  • Bagikan

LUMAJANG, MaduraPost – Pembangunan proyek saluran irigasi di jalan Nasional Kecamatan Kedungjajang dan Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang diduga di sub kontrakan kepada pihak ketiga.

Hasil pantauan MaduraPost dilokasi,
pembangunan saluran irigasi sepanjang 2 KM dikerjakan mulai dari kawasan terminal bus kecamatan Kedungjajang hingga jembatan Grobogan Kecamatan Klakah.

Dalam pelaksanaanya, PT Feva Indonesia (KSO) diduga mengesubkan pembangunan proyek saluran irigasi kepada pihak lain dengan harga Rp 405 perkubikasi.

BACA JUGA :  Oknum Guru di Pamekasan Tampar Muridnya, Damai di Bawah Sumpah Kitab Suci Al-qur'an

hal ini menyebabkan kualitas pekerjaan diduga tidak sesuai dengan RAB, Karena perbedaan HPS yang ada dalam kontrak yang ditanda tangani pihak penyedia jasa. dengan hasil pekerjaan pihak ketiga.

Terlihat kontruksi proyek yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan diduga tidak sesuai spesifikasi. Mulai dari penataan batu hingga plesteran.

Pihak pelaksana dilapangan saat ditemui MaduraPost membenarkan bahwa pihaknya sebagai sun kontrak dari PT Feva Indonesia dengan harga Rp 405 per kubik.

BACA JUGA :  Kepala Desa Gunung Kesan Jemput Jenazah Meninggal Dunia di Malaysia

“saya ngesup mas kepada pelaksana PT feva,keuntungannya sedikit karna harganya murah,” kata pelaksana yang tidak mau menyebut namanya. rabu (24/02/2021)

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PPK BBPJN VIII) Probolinggo-Lumajang-Turen rizal sanaba mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada pihak penyedia jasa untuk memberikan keterangan terkait pelaksaan pembangunan proyek yang dimaksud.

BACA JUGA :  Dugaan Melanggar Prokes, Warga Sampang Laporkan Direktur BAS dan Ketua Satgas Covid-19 Ke Polisi

“Sudah saya kirimkan surat tindak lanjut kepada pihak penyedia jasa agar ditindak lanjuti, mohon ditunggu,” katanya melalui pesan whatshap.

Hingga berita ini ditulis, Farhan sebagai pelaksana PT Feva Indonesia belum memberikan keterangan. (Mp/hin/kk)

  • Bagikan