Proyek Makadam Diduga Asal Dikerjakan di Desa Dharma Camplong

  • Bagikan
Kondisi pekerjaan proyek makadam di Desa Dharma Camplong Sampang. (MaduraPost/Saman Syah)

SAMPANG, MaduraPost – Pekerjaan  proyek makadam di Dusun Loloran, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, diduga dikerjakan amburadul dan tidak sesuai spek.

Pasalnya, proyek tersebut tidak ada papan informasi, Bahkan pengerjaan diduga menyalahi besaran teknis (Bestek), Namun kualitas pekerjaan terkesan asal-asalan. Lebih parah lagi tidak menggunakan batu 5,7 dan 3,5 cukup menggunakan sirtu.

Salah satu warga setempat, Rosi sangat menyayangkan, bahwa kualitas proyek diduga tidak sesuai RAB, pelaksana proyek sudah melanggar UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik yang menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F UUD tahun 1945 serta Perpres No 54 Tahun 2010 dan No 70 tahun 2012.

BACA JUGA :  Tak Layak di Jantung Kota, Pasar Srimangunan Akan Dipindahkan ke Pasar Margalela Satu

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparasi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” kata Rosi, saat dihubungi via pesan singkat WhatsApp, Sabtu (18/12/2021).

Pemuda yang juga aktif di lembaga sosial kontrol itu merasa kecewa, sebab pengerjaan proyek yang sangat tidak bermutu itu hanya membuang anggaran saja, dan itu merupakan pembodohan kepada masyarakat.

“Saya sebagai masyarakat sangat kecewa sekali, volume proyek tidak jelas antara titik nol sampai titik terakhir. Tak hanya itu, pekerjaan yang di klaim sudah rampung itu tidak dilakukan pengerasan dengan alat berat alias tanpa di Wales,” sesalnya.

BACA JUGA :  Segenap Jajaran Redaksi MaduraPost Mengucapkan, Selamat Atas Dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Sumenep

Menurutnya, pekerjaan yang tidak ada pemadatan sama sekali itu seharusnya dinas terkait segera menegur pihak pelaksana atau yang punya proyek, agar pembangunan jalan yang diharapkan bisa maksimal.

“Tujuannya, agar pelaksanaan proyek yang dikerjakan tersebut di evaluasi dan kalau perlu yang sudah dikerjakan itu dibongkar ulang,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan ke pihak-pihak yang berkompeten, yang punya tanggungjawab dalam hal mengawasi dan memonitoring.

“Saya minta pihak terkait bersikap tegas, sebab ini sudah merugikan masyarakat dan negara. Karena dalam pelaksanaan pembangunan yang bersumber dana dari pemerintah seharusnya di kontrol oleh pihak yang bertanggungjawab,” tegasnya.

BACA JUGA :  Gadis Belia di Sumenep Tewas Tenggelam di Sungai Bai

Menurut informasi, lanjut dia, bahan proyek itu hanya menghabiskan sirtu sebanyak 225 truk dan itupun panjangnya diduga tidak sesuai. Sehingga, hasil pekerjaannya sama sekali tidak maksimal dan sia-sia.

“Sudah saya hitung-hitung satu truk itu harganya Rp 145 ribu. Jadi, total dana yang digunakan dalam proyek jalan ini hanya sekitar Rp 32 juta. Padahal informasi yang saya dapat, anggarannya Rp 200 juta ke mana lebihnya,” pungkasnya.

Hingga berita ini dinaikan, belum juga ada papan nama proyek atau prasasti sehingga tidak diketahui siapa pelaksana proyek tersebut.

  • Bagikan